BERITA KEUANGAN DI INDONESIA HARI INI.
Berikut adalah berita keuangan Indonesia pada hari ini (25 Maret 2026):
Pasar Saham
- IHSG: Ditutup menguat signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302, setelah membuka di 7.084 dan menyentuh titik tertinggi harian di 7.302 serta terendah di 7.057. Volume transaksi mencapai 38,41 miliar lembar saham dengan nilai Rp 25,83 triliun. Sebanyak 574 saham menguat, 148 melemah, dan 101 stagnan.
- Indeks Sektoral: Sektor industri menjadi yang terbaik dengan naik 5,98%, diikuti sektor energi (5,15%), infrastruktur (3,45%), transportasi (3,30%), dan konsumsi primer (3,84%). Sektor bahan baku dan kesehatan sedikit terkoreksi.
- Saham Unggulan: Indeks LQ45 menguat 3,33%, JII naik 4,86%, IDX30 menguat 3,51%, dan Investor 33 terapresiasi 3,60%. PT Ever Shine Tex TBK (ESTI) menjadi top gainer dengan naik 34,96%.
- Saham BUMI: Pada sesi pertama melonjak 8,74% ke Rp 224, didukung rencana transformasi bisnis menjadi perusahaan sumber daya alam yang lebih beragam. Namun, dalam lima hari terakhir turun 0,88% dan secara year-to-date turun 46,67%.
Pasar Mata Uang
- Rupiah: Menguat signifikan, ditutup di level Rp 16.910 per dolar AS atau menguat 0,44%. Sebelumnya pada sesi pagi berada di Rp 16.880 per dolar AS. Penguatan didorong oleh meredanya ketegangan Timur Tengah dan penurunan harga minyak dunia.
Komoditas
- Harga Pangan: Beberapa komoditas strategis masih tinggi jelang Lebaran. Contohnya beras berkisar Rp 14.100-Rp 16.700/kg, cabai merah keriting Rp 54.900/kg, daging sapi kualitas I Rp 147.300/kg, gula pasir premium Rp 19.950/kg, minyak goreng kemasan bermerek I Rp 22.850/liter, dan telur ayam ras Rp 32.350/kg.
Kebijakan Keuangan
- Efisiensi Pengeluaran: Pemerintah berencana melakukan efisiensi pengeluaran operasional di kementerian dan lembaga, termasuk belanja jasa, perjalanan dinas, dan pengadaan peralatan, sebagai antisipasi dampak harga minyak yang melebihi asumsi APBN. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa angka efisiensi belum final dan akan diputuskan oleh Presiden.
- BI Rate: Pada 16-17 Maret, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di 4,75%, Deposit Facility di 3,75%, dan Lending Facility di 5,50% untuk menjaga stabilitas rupiah dan pencapaian target inflasi 2,5±1% pada 2026-2027.
Berikut adalah perkembangan terkini di sektor keuangan Indonesia pada hari ini (25 Maret 2026):
Pasar Mata Uang
- Rupiah ditutup melemah 0,08% ke Rp 16.911 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat menguat ke Rp 16.880. Pelemahan disebabkan oleh sentimen global negatif akibat konflik Timur Tengah yang terus berlanjut, serta sikap higher for longer dari Federal Reserve dan penguatan dolar global.
- Bank Indonesia akan mengubah batas maksimum pembelian valuta asing menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan mulai April 2026, sebagai antisipasi ancaman krisis energi.
- Analis memperkirakan rupiah akan tetap bergerak dalam rentang Rp 16.850-Rp 16.950, dengan investor terus memantau perkembangan konflik dan harga minyak.
Pasar Saham
- Indeks IDXQ30 ditutup menguat 4,40% ke level 132,92, dengan pembukaan di 128,45 dan titik tertinggi harian di 132,92 serta terendah di 128,03.
- Sejak konflik di Timur Tengah dimulai pada 28 Februari, Indonesia mengalami arus keluar sebesar USD 0,77 miliar di pasar obligasi hingga 12 Maret, namun pasar ekuitas mencatat arus masuk bersih sebesar USD 0,03 miliar, didorong oleh investor asing yang beralih ke saham sektor energi.
Kebijakan Keuangan
- Meskipun BI mempertahankan BI Rate di 4,75%, analis menilai dampaknya terhadap rupiah terbatas karena selisih suku bunga dengan AS tidak cukup lebar untuk menarik arus modal masuk secara signifikan. Tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh faktor domestik seperti pertumbuhan yang mulai kehilangan momentum dan risiko fiskal.
- Pemerintah masih dalam proses menyusun angka efisiensi pengeluaran operasional di kementerian dan lembaga, dengan target untuk mengantisipasi dampak harga minyak yang melebihi asumsi APBN.
Demikianlah informasi mengenai keuangan Indonesia hari ini
Semoga bermanfaat
