Hari ini (2 April 2026), Iran mengumumkan serangan baru terhadap Tel Aviv, serta pangkalan di Kuwait dan Bahrain.
Berikut adalah beberapa berita terkait Israel yang terjadi beberapa hari terakhir:
- Pada Rabu (1 April 2026), China mengecam serangan Israel yang menewaskan prajurit TNI di Lebanon, dan Indonesia menuntut penyelidikan kasus tersebut yang menewaskan 2 personel UNIFIL.
- Pada Selasa (31 Maret 2026), delapan negara mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa dan menyoroti pembatasan ibadah di Yerusalem.
- Pada Senin (30 Maret 2026), Israel menargetkan zona keamanan di Sungai Litani, dan Hizbullah melanjutkan serangan balasan. Selain itu, dugaan kekerasan terhadap bayi di Gaza oleh militer Israel muncul ke publik, dan Israel juga menghancurkan jembatan kunci di Lebanon Selatan yang membuat akses wilayah terancam terputus.
Berikut adalah detail setiap berita terkait Israel:
Serangan Iran terhadap Israel, Kuwait, Bahrain, dan UEA (2 April 2026)
Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan rudal dan UAV terhadap target di Israel (wilayah Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak) serta fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).
- Di Bahrain, serangan menimpa lokasi yang menampung personel militer AS, mengakibatkan sekitar 80 orang terdampak (sebagian besar tewas atau terluka).
- Di Kuwait, pangkalan militer AS Al-Adiri menjadi target, dengan satu helikopter angkatan darat AS hancur dan beberapa lainnya rusak parah.
- Di UEA, dua sistem radar peringatan dini militer AS di wilayah maritim dan pulau-pulau UEA dihancurkan.
- Selain itu, Iran juga menyerang konsentrasi pesawat pengisian bahan bakar udara militer AS di Bandara Ben Gurion Israel dan menargetkan stasiun radar yang digunakan untuk mendeteksi dan menekan rudal serta drone. Serangan ini merupakan balasan terhadap serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan yang Menewaskan Prajurit TNI di Lebanon (1 April 2026)
Tiga prajurit TNI yang menjadi bagian dari Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur dalam dua insiden terpisah:
- Seorang prajurit gugur pada minggu sebelum tanggal 1 April setelah proyektil menghantam pos UNIFIL.
- Dua prajurit lainnya tewas pada Senin (30 Maret) saat kendaraan patroli mereka diserang di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.
- Militer Israel (IDF) membantah terlibat dalam serangan tersebut, menyatakan tidak memasang alat peledak dan tidak ada pasukan mereka di lokasi kejadian. Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat atas permintaan Indonesia dan Prancis, dengan Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jean-Pierre Lacroix menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran.
Penolakan Delapan Negara Terhadap Penutupan Masjid Al-Aqsa (31 Maret 2026)
Indonesia bersama tujuh negara lainnya (Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan negara lainnya) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras tindakan Israel:
- Masjid Al-Aqsa ditutup selama 30 hari berturut-turut, termasuk selama bulan suci Ramadan, yang dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.
- Israel juga melarang umat Kristen memasuki Gereja Makam Kudus saat perayaan Misa Minggu Palma, yang dinilai sebagai pelanggaran kebebasan beragama lintas iman.
- Para Menteri Luar Negeri menyerukan agar Israel segera membuka kembali akses ke Masjid Al-Aqsa dan menghentikan tindakan ilegal di Yerusalem, serta mendesak komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas.
Konflik di Sungai Litani dan Serangan Balasan Hizbullah (30 Maret 2026)
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi rencana pembentukan "zona keamanan" yang membentang hingga dekat kawasan Sungai Litani, dengan pengerahan pasukan tambahan untuk menekan kekuatan militer Hizbullah di Lebanon Selatan hingga pinggiran Beirut. Hal ini menyebabkan ratusan ribu warga sipil mengungsi.
- Hizbullah menyatakan penolakan terhadap usulan gencatan senjata dan terus melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel. Korban jiwa dari konflik ini telah mencapai lebih dari 1.100 orang, dengan ribuan lainnya terluka. PBB dan Amnesty International menilai situasi berpotensi melanggar hukum internasional dan memperburuk krisis kemanusiaan.
Dugaan Kekerasan Terhadap Bayi di Gaza (30 Maret 2026)
Sebuah laporan mengenai dugaan tindakan kekerasan terhadap bayi berusia 18 bulan bernama Karim di Gaza muncul melalui media sosial jurnalis Palestina Osamah al-Kahlout:
- Bayi tersebut dibawa bersama ayahnya (Abu Nassar) ke pos militer Israel selama proses interogasi dan ditahan sekitar 10 jam.
- Setelah dikembalikan kepada keluarga, ditemukan luka bakar dan tusukan pada tubuh Karim, yang diduga akibat sundutan rokok dan benda tajam.
- Kasus ini menambah kekhawatiran internasional mengenai perlindungan warga sipil, khususnya anak-anak, di tengah konflik yang berlangsung di Gaza.
Penghancuran Jembatan Al-Qasmiyeh di Lebanon Selatan (22 Maret 2026)
- Serangan udara Israel menghantam jembatan Al-Qasmiyeh di atas Sungai Litani, Lebanon Selatan, merusak akses vital hingga terputus.
- Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan tindakan ini bertujuan menggagalkan ancaman terhadap komunitas Israel dan mencegah pengiriman bala bantuan serta persenjataan untuk Hizbullah. Katz juga menginstruksikan agar semua jembatan di atas Sungai Litani di Lebanon dihancurkan karena dianggap digunakan untuk aktivitas teroris.
- Jembatan Al-Qasmiyeh merupakan salah satu penyeberangan terpenting di Lebanon Selatan, yang menghubungkan distrik Bint Jbeil dan Tyre ke Sidon dan Beirut. Serangan ini terjadi setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan konflik regional meluas dan mengganggu jalur pelayaran serta menaikkan harga minyak.
Baik, berikut perkembangan terkini hingga pukul 15.00 WIB (2 April 2026):
Perkembangan Serangan Iran (2 April 2026)
- Amerika Serikat telah mengumumkan akan melancarkan tanggapan militer terhadap serangan Iran dalam waktu 24 jam ke depan, bersama dengan sekutu regional termasuk Inggris dan Prancis.
- Israel mengaktifkan sistem pertahanan udara tingkat tinggi di seluruh wilayah, khususnya di daerah pantai dan fasilitas militer. Pemerintah mengimbau warga untuk tetap di dalam ruangan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
- Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memanggil pertemuan darurat Dewan Keamanan pada malam hari ini untuk membahas situasi yang semakin memanas.
Perkembangan Kasus Prajurit TNI UNIFIL (1-2 April 2026)
- Tim penyelidikan PBB telah tiba di lokasi kejadian di Lebanon Selatan dan mulai mengumpulkan bukti fisik serta melakukan wawancara dengan saksi mata. Hasil penyelidikan diharapkan akan diumumkan dalam 3 hari kerja.
- Pemerintah Indonesia mengirimkan delegasi khusus yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan untuk mengunjungi markas UNIFIL dan memberikan dukungan kepada prajurit TNI yang masih bertugas di sana.
