ISRAEL HARI INI 25 MARET 2026 !!!!
Berikut adalah beberapa berita terkini mengenai Israel pada hari ini (25 Maret 2026):
Konflik Militer
- Serangan ke Lebanon: Serangan militer Israel menewaskan 9 warga Lebanon pada hari ini. Selain itu, dalam operasi darat di selatan Lebanon, Tentara Pertahanan Israel (IDF) membunuh beberapa pejuang Hezbollah dan menghancurkan gudang senjata mereka. Serangan udara juga dilakukan terhadap pejuang yang melarikan diri. Di sepanjang perbatasan utara, Hezbollah juga meluncurkan serangan rudal dan drone ke desa-desa perbatasan Israel, membuat situasi tetap tegang.
- Serangan Balas terhadap Iran: Israel bersumpah akan membalas serangan Iran yang menyebabkan 12 orang terluka. Sebelumnya, pada Selasa (24 Maret), Iran telah menyerang Israel dan menyebabkan kerusakan pada sebuah gedung di Yerusalem serta adanya korban luka. Pada hari ini juga terjadi serangan rudal Iran ke selatan dan tengah Israel, namun semua rudal berhasil dicegat dan tidak ada korban luka yang dilaporkan.
- Kritikan Iran: Korps Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa Israel mengeksploitasi kondisi perang dengan melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil di Lebanon dan Palestina, dan mengancam akan melancarkan serangan skala besar jika tindakan tersebut terus berlanjut.
Isu HAM
- Pembebasan Dokter Palestina: Pakar PBB menyerukan pembebasan segera dokter Palestina Hussam Abu Safiya yang ditahan Israel sejak Desember 2024. Mereka menyatakan bahwa dokter tersebut telah mengalami penyiksaan dan tidak mendapatkan perawatan medis yang layak, serta kondisi kesehatannya sedang memburuk. Penahanannya dianggap sewenang-wenang dan tidak memenuhi standar internasional.
Tanggapan Internasional
- Kritikan dari Turki: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa perang yang dipimpin Israel menyebabkan dunia harus membayar mahal, terutama dengan terganggunya lalu lintas di Selat Hormuz yang berdampak pada ekonomi global. Ia juga menyerukan tindakan segera terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan lingkaran dekatnya yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan yang berlangsung.
Berikut adalah detail lengkap berita terkait Israel pada hari ini (25 Maret 2026):
Konflik Militer
Serangan ke Lebanon
- Korban dan Lokasi: Media pemerintah Lebanon melaporkan serangan Israel menewaskan 9 orang, 6 di antaranya adalah pengungsi Palestina, terjadi di wilayah selatan Lebanon seperti Sidon, Adloun, dan Habboush. Di Adloun, 4 orang tewas; di kamp pengungsi Mieh Mieh dekat Sidon, 2 orang tewas dan 4 orang terluka; di Habboush, 3 orang tewas dan 18 orang terluka.
- Tujuan Serangan: Israel menargetkan infrastruktur militer Hezbollah, dan juru bicara militer Israel Avichay Ad Raee mengatakan akan meningkatkan kekuatan serangan di pinggiran selatan Beirut, basis Hezbollah yang kerap menjadi sasaran.
- Rencana Israel: Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengungkap rencana untuk menguasai wilayah selatan Lebanon hingga Sungai Litani (sekitar 30 km dari perbatasan) untuk membuat zona pertahanan, dan telah menghancurkan 5 jembatan di atas sungai tersebut sejak 13 Maret. Hezbollah menegaskan akan melawan keras jika pendudukan terjadi, menyebutnya ancaman eksistensial bagi Lebanon.
- Kondisi Akumulatif: Sejak konflik meningkat, otoritas Lebanon mencatat setidaknya 1.072 orang tewas dan lebih dari 1 juta warga mengungsi. Di Israel utara, sirene serangan udara terus berbunyi, dan seorang wanita tewas akibat serangan roket dari Lebanon pada Selasa (24 Maret).
Serangan Balas terhadap Iran dan Tanggapan Iran
- Serangan Sebelumnya: Pada 28 Februari 2026, serangan besar-besaran AS-Israel menghancurkan 17 pusat Bulan Sabit Merah Iran, 94 ambulans, dan sejumlah kendaraan bantuan kemanusiaan. Pada Selasa (24 Maret), Iran menyerang Israel, menyebabkan kerusakan di Yerusalem dan 12 orang terluka. Pada hari ini, Iran kembali meluncurkan serangan rudal ke selatan dan tengah Israel, namun semua berhasil dicegat tanpa korban luka.
- Kritikan Iran: Menteri Luar Iran Abbas Araghchi menyatakan AS dan Israel melakukan kejahatan kejam terhadap rakyat tidak bersalah dengan menyerang sekolah, rumah sakit, dan kawasan kediaman. Korps Garda Revolusi Iran juga mengkritik Israel mengeksploitasi perang untuk melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil di Lebanon dan Palestina, serta mengancam serangan skala besar jika tindakan tersebut berlanjut. Araghchi menekankan Iran akan mempertahankan kedaulatan dan integriti wilayahnya, dan ketidakamanan di Selat Hormuz adalah akibat langsung dari pencerobohan militer AS dan Israel.
Isu HAM
- Penahanan Dr Hussam Abu Safiya: Dokter anak dan Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan ini ditahan secara sewenang-wenang oleh otoritas Israel sejak 27 Desember 2024 setelah serbuan militer terhadap rumah sakitnya (yang merupakan rumah sakit utama terakhir yang beroperasi di Gaza Utara saat itu), membuat rumah sakit tidak dapat berfungsi. Meskipun namanya tercantum dalam daftar tahanan yang disetujui untuk dibebaskan pada gencatan senjata Oktober 2025, ia tidak dibebaskan. Pada kunjungan pengacara pada awal Juli 2025, dilaporkan ia mengalami penyiksaan, pemukulan, penurunan berat badan yang signifikan, dan tidak mendapatkan perawatan medis serta akses makanan yang layak. Pakar PBB dan Amnesty International menyerukan pembebasan segera, karena penahanannya dianggap tidak memenuhi standar internasional dan merupakan bentuk penargetan sistematis terhadap pekerja kesehatan Palestina.
Tanggapan Internasional
- Kritikan dari Turki: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan perang yang dipimpin Israel berdampak buruk pada dunia, terutama gangguan lalu lintas di Selat Hormuz yang mempengaruhi ekonomi global. Ia juga menyerukan tindakan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan lingkaran dekatnya. Sebelumnya, pada 18 Maret 2025, Erdogan pernah menyebut Israel sebagai "negara teroris" karena serangan udara yang hebat ke Gaza, dan pada akhir Ramadhan tahun lalu pernah meminta agar Allah "menghancurkan Israel Zionis".
- Tanggapan Prancis: Presiden Prancis Emmanuel Macron menghubungi Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menggesa Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk, memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, dan bergabung dalam perundingan dengan niat baik. Presiden Israel Isaac Herzog juga berbicara dengan Macron, menegaskan pentingnya melanjutkan operasi militer untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan melumpuhkan kemampuan peluru berpandu jarak jauh.
